Friday, 23 September 2016

Lirik Romaji & Terjemahan

D.kruel2 Blog
                        
         https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVhoKIaB_Lj30n5SiGTept2MQij02eWZjjYxXmDhTHIdL-ZQAAtzZTInvodMNJUAhOL-wnhyjbz-OSCWfXUftFD16xb3UejA1KFX3gh6t5l2_zzE-Aix5t6cNLFIzT6bxy9HSpnijM4Yjz/s320/01.jpg
Amazarashi – Kisetsu wa Tsugisugi Shindeiku

Lirik :

季節は次々死んでいく 絶命の声が 風になる
色めく街の 酔えない男 月を見上げるのはここじゃ無粋

泥に足もつれる生活に 雨はアルコルの味がした
アパシイな目で 彷徨う街で 挙動不審のイノセント 駅前にて

僕が僕と呼ぶには不確かな 半透明な影が生きてる風だ
雨に歌えば 雲は割れるか 賑やかな夏の干個びた命だ

拝啓 忌まわしき過去に告ぐ 絶縁の詩
最低な日々の 最悪な夢の 残骸を捨てては行けず ここで息絶えようと 後世 花は咲き君に伝う 変遷の詩 苦悩にまみれて 嘆き悲しみ
それでも 途絶えぬ歌に 陽は射さずとも
 
明日は次々死んでいく 急いても追いつけず
過去になる
生き急げ僕ら 灯る火はせつな 生きる黄味などは後からつく
君が君でいるには不確かな 不安定な 自我が
君を嫌おうと せめて歌えば 闇は晴れるか
根腐れた夢に預かった命だ

拝啓 忌まわしき過去に告ぐ 絶縁の詩
最低な日々の 最悪な夢の 残骸を捨てては行けず ここで息絶えようと
後世 花は咲き君に伝う 変遷の詩苦悩にまみれて 嘆き悲しみ それでも途絶えぬ歌に 陽は射さずとも
疲れた顔に足を妃きずぅて 照り返す夕日に顔をしかめて
行こうか 戻ろうか 悩みはするけど しばらくすれば 歩き出す背中
そうだ行かねばならぬ 何はなくとも
生きてゆく行くのだ 僕らは どうせ裕ぅた命だ
ここに置いてくよ なけなしの

拝啓 今は亡き過去を想う 望郷の詩
最低な日々が 最悪な夢が 始まりだったと思えば 随分遠くだ
どうせ花は散り 輪値の輪に帰る命
苦悩にまみれて 嘆き悲しみ それでも途絶えぬ歌に 陽は射さずとも
季節は次々生き返る


Romaji :

Kisetsu wa tsugisugi shindeiku
Zetsumei no koe ga kaze ni naru
Iromeku machi no yoenai otoko
Tsuki wo miageru nowa koko ja busui

Doro ni ashi motsureru seikatsu ni
Ame wa arukooru no aji ga shita
Apashii na me de Samayou machi de
Kyoudoufushin no inosento Ekimae nite

Boku ga boku to Yobu ni wa futashika na
Hantoumei na kage ga Ikiteru fuu da
Ame ni utaeba Kumo wa wareru ka
Nigiyaka na natsu no Hikarabita inochi da

Haikei imawashiki kako ni tsugu zetsuen no shi
Saitei na hibi no sayaku na yume no
Zangai wo sutete wa yukezu koko de ikitaeyou to
Kousei hana wa saki kimi ni tsutau hensen no shi
Kunou ni mamirete nageki kanashimi
Soredemo todaenu uta ni hi wa sasazu tomo

Ashita wa tsugisugi shindeiku
Seitomo oitsukezu kako ni naru
Ikiisoge bokura tomoru hi wa setsuna
Ikiru kimi nado wa ato kara tsuku
Kimi ga kimi de iru niwa futashika na
Fuantei na jiga ga kimi wo kiraou to
Semete utaeba yami wa hareru ka
Negusareta yume ni azukatta inochi da

Haikei imawashiki kako ni tsugu zetsuen no shi
Saitei na hibi no sayaku na yume no
Zangai wo sutete wa yukezu koko de ikitaeyou to
Kousei hana wa saki kimi ni tsutau hensen no shi
Kunou ni mamirete nageki kanashimi
Soredemo todaenu uta ni hi wa sasazu tomo

Tsukareta kao ni Ashi wo hikizutte
Terikaesu yuuhi ni Kao wo shikamete
Ikou ka modorou ka Nayami wa suru kedo
Shibaraku sureba Arukidasu senaka
Sou da ikaneba naranu Nani wa nakutomo
Ikiteyuku no da Bokura wa douse
Hirotta inochi da Koko ni oiteku yo Nakenashi no

Haikei ima wa naki kako wo omou Boukyou no shi
Saitei na hibi ga Sayaku na yume ga
Hajimari datta to omoeba Zuibun tooku da
Douse hana wa chiri Rinne wo wa ni kaeru inochi
Kunou ni mamirete Nageki kanashimi
Soredemo todaenu uta ni Hi wa sasazu tomo
Kisetsu wa tsugitsugi ikikaeru

Terjemahan :

Musim-musim silih berganti satu demi satu
Terdengar erangan pemusnahan terbawa angin
Pria yang tak peduli pun sadar betapa tak murninya bulan itu

Pada kehidupan sehari-hari dengan bercak lumpur
Hujan pun terasa layaknya alkohol
Para pengembara kota yang tak berdosa berkumpul di depan stasiun dengan Mata yang dipenuhi keapatisan mulai bertingkah mencurigakan

Demi meneggakkan diriku yang labil dan seperti bayangan setengah Transparan yang tlah menjadi hidup
Saat kumenyanyi ditengah hujan Apakah awannya akan bubar
Jiwaku mengering habis Di puncak musim panas ini

Hai masa laluku yang mengesalkan
Puisi perpisahan ini kubawakan padamu
Kan kubuang sisa-sisa hari ini yang tak boleh memburuk lagi
Begitu juga dengan mimpi yang mengerikan ini meski itu membunuhku
Karena bunga’kan memekar dalam kehidupan berikutnya
Untuk mengisahkan padamu sebuah puisi peralihan
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan dari yang berduka dan mengerang namun tak bisa mati
Walaupun kekurangan sinar matahari

Hari esok’kan berganti satu demi satu
Meski kau terburu-buru kau’kan merindukannya setelah berlalu
Tapi bagi kita yang terburu-buru lalui kehidupan semangat selalu berubah-ubah dan selalu membubuhkan makna setelah fakta
Demi menegakkan dirimu yang labil
Egomu yang tak stabil berusaha membenci dirimu
Dirimu yang dirimu itu hanya bisa bernyanyi
Akankah kegelapan berlalu saat itu
Hidupmu tlah diserahkan pada mimpi busuk sampai ke intinya

Wahai masa laluku yang memuakkan
Kepadamu kuberikan puisi perpisahan ini
Kan kubuang sisa-sisa hari ini yang tak boleh memburuk lagi
Begitu juga dengan mimpi yang mengerikan ini meski itu membunuhku
Karena bunga’kan memekar dalam kehidupan berikutnya
Untuk mengisahkan padamu sebuah puisi peralihan
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan dari yang berduka dan mengerang namun tak bisa mati
Walaupun kekurangan sinar matahari

Dengan wajah yang Lelah dan tertatih-tatih
Sipitkan mata saat Cerminan matahari
Waktu kita habiskan Untuk bertanya-tanya
Apakah harus pergi atau Kembali pulang
Kuyakin kita kan Hadapi kesulitan
Tapi dengan sedikit keraguan
Tubuh dan kepala kita tegakkan Untuk melangkah maju
Benar kita harus Melangkah maju
Meski tanpa apapun Kita harus tetap hidup
Karena hidup hanya sepanjang jalan Kita kan meninggalkannya di sini selanjutnya
Sekecil apapun itu

Wahai masa laluku yang memuakkan kepadamu kutawarkan puisi nostalgia ini
Andai kuangankan hari yang tak boleh memburuk
Begitu juga mimpi-mimpi buruk itu tampak begitu jauh
Bunga kita kan layu suatu hari nanti
Hidup kita pun kembali seperti semula
Sebuah lagu yang penuh dengan penderitaan dari yang berduka dan mengerang namun tak bisa mati
Walaupun kekurangan sinar matahari

Musim pun muncul kembali silih berganti

Lyrics : Wiki
Translator : D.kruel2
Picture : Google


Catatan : Mohon maaf jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan kata.


0 comments:

Post a Comment